Wisata Auckland …

Wisata Auckland

Mon May 9 0:07am

Suku Maori menyebut Selandia Baru Aotearoa (daratan panjang berawan  putih). Lanskap yang menakjubkan dengan hutan rimbunnya, satwa liar dan iklim yang menyenangkan merupakan surga bagi pencari kedamaian, rasa santai, dan ketenangan, termasuk juga taman bermain bagi mereka yang mencari petualangan.

Jika dibandingkan dengan ukuran dengan Inggris, Colorado atau Jepang, populasi penduduk Selandia Baru hanya 4 juta orang, membuatnya menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk terjarang. Perubahan cuaca yang relatif sedikit membuatnya menjadi tujuan wisata yang ideal sepanjang tahun.

Auckland, kota terbesar di Selandia Baru dengan populasi penduduk 1,3 juta orang, dihuni oleh sepertiga penduduk Selandia Baru. Perpaduan kota yang canggih dengan pesisir pantai menghasilkan gaya hidup yang selalu masuk dalam peringkat  10 teratas dunia.  Bayangkan sebuah suasana kota, di mana orang tinggal menempuh waktu setengah jam ke pantai yang indah, jalur pendakian dan lusinan pulau wisata lainnya. Ditambah dengan iklim yang cerah, latar belakang kebudayaan Polynesia dan makanan enak, anggur serta tempat belanja – Anda pasti sudah memperoleh gambaran tentang Auckland.


Pemandangan kota Auckland di malam hari. Kredit foto: Thinkstock

Auckland merupakan pintu gerbang bagi Anda yang ingin mendapatkan pengalaman berpetualang di Selandia Baru. Auckland adalah tempat yang tepat untuk menikmati budaya perkotaan, makanan dan mode yang memikat Anda. Suasana pantai dan laut yang tenang mengundang Anda untuk bersantai. Auckland juga merupakan keajaiban geografis dengan 48 gunung berapi dan dua hutan hujan basah yang berusia ratusan tahun.

Makanan dan hiburan

Ketika Anda berkunjung ke Auckland, tidak perlu khawatir soal makanan. Anda akan menemukan banyak makanan yang seusai dengan selera. Ada lebih dari 900 restoran tersebar di seluruh kota. Dari makanan di restoran mewah sampai restoran trendy di pinggir kota atau kafe-kafe di dalam kota. Auckland mewah dari segi menu, banyak hidangan yang terinspirasi oleh imigran dari Polynesia, Samoa, Asia dan Eropa. Restoran populer di lembah sungai Viaduct dan Princes Wharf, termasuk Euro dan Wildfire dan Harbourside di Ferry Building.

Berbelanja

Auckland adalah pusatnya perancang busana terkenal Selandia Baru.  Blok di sekitar High Street, Chancery dan Vulcan Lane menampung butik Karen Walker, Workshop, Zambesi dan World, serta lusinan dari perancang Selandia Baru lainnya. Daerah pinggiran kota seperti Ponsonby, Parnell dan Newmarket juga terkenal sebagai tempat tujuan belanja.

Auckland juga tempat belanja yang baik untuk benda-benda seni yang unik serta kerajinan tangan bertema Kepulauan Pasifik. Mal besar dan outlet seperti St Lukes, Albany Westfield, Sylvia Park, Dress-Smart dan Botany Downs banyak tersebar di pinggiran kota. Terdapat juga banyak pasar tradisional bagi para pemburu bahan makanan segar, seni dan kerajinan tangan, pakaian serta barang bekas.Berani melakukan bungy jump dari atas jembatan ini? Di Auckland, bisa. Kredit foto: Thinkstock

Auckland hanya 30 menit dari manapun

Ya, hanya dalam setengah jam Anda dapat berlayar ke pulau, trekking menelusuri hutan basah, piknik ke gunung berapi, mencoba anggur di kebun anggur, memacu adrenalin dengan sepeda motor 4WD, mendayung kayak di laut, menyelam, berselancar, berkemah, melihat koloni gannet atau hanya berjalan-jalan di pantai pasir hitam.

Pilihlah kereta api untuk sampai ke atas atau mendaki puncak dengan ketinggian 260 meter untuk menyaksikan pemandangan 360 derajat dari Teluk Hauraki dan kota Auckland. Pulau ini mempunyai gua lava, dengan batuan yang unik dan hutan pohutukawa.

Di Pulau Waiheke, Anda akan terus-terusan merasakan musim panas. Begitu menginjakkan kaki di pulau ini, Anda langsung lebih muda 10 tahun. Waiheke, oleh banyak orang, dianggap sebagai bagian dari pengalaman yang paling ajaib di Auckland, dan mudah ditempuh menggunakan kapal ferry. Keindahan pantai Waiheke dan hutannya yang alami berpadu secara harmonis dengan kafe, kebun anggur dan studio seni.


Kebun anggur di Auckland. Kredit foto: Thinkstock

Pulau ini sangat cocok untuk menikmati sehari berbelanja dan mencicipi anggur, atau bahkan bersantai selama beberapa hari. Waiheke terkenal dengan industri anggur, penginapan eksklusif dan banyak seniman besar Selandia Baru yang memilih tinggal di sana. Banyak yang bisa dilakukan di Waiheke, dari menunggang kuda dan wisata pertanian hingga menaiki kayak di laut dan mendaki gunung.

Ada 22 taman konservasi yang mudah dicapai dari pusat kota Auckland. Totalnya, tersedia lebih dari 500 kilometer trek berjalan kaki. Waitakere Ranges  (taman terbesar di Auckland) menyediakan pemandangan yang tepat untuk bersepeda gunung atau sekadar berjalan-jalan. Arataki Visitor Centre, di ujung Scenic Drive Titirangi, menyediakan informasi tentang taman, pantai dan jalur trek di tempat ini.

Di pesisir barat, tempat-tempat berselancar seperti Whatipu, Karekare, Piha, Bethells dan Murawai tak akan terlupakan bagi penggemar olahraga ini. Pastikan untuk memeriksa jadwal penerbangan di koloni gannet Muriwai. Gunakan masker dan snorkel saat menjumpai ‘penduduk lokal’ di Goat Island Marine Reserve-ikuti petunjuk ke Leigh dari warkworth (utara Auckland)

Mengawal Teluk Hauraki, Great Barrier Island mempunyai pantai alami dan wilayah hutan yang luas. Di sana terdapat beberapa tanaman dan spesies burung yang unik. Keindahan alam seperti ini makin sulit ditemukan di bumi. Semak-semak alami ditambah dengan jalur trek, menuju ke sumber air panas alami  puncak gunung dan bendungan bersejarah Kauri.


Pinggir pantai Murawai di Auckland. Kredit foto: Thinkstock

Berada 627 meter di atas permukaan laut, Hirakimata (Gunung Hobson) mengundang pendaki dengan pemandangan yang tidak akan terlupakan. Sebagian besar pulau dengan luas 285 kilometer persegi itu sengaja diperuntukkan bagi konservasi, dikelola oleh Departemen Konservasi. Pulau ini menjadi tujuan terkenal untuk menyelam, memancing, berselancar dan berkemah. Setiap hari selalu tersedia jadwal penerbangan.

Gunakan kappal ferry dari pusat kota Auckland melintasi kota pinggir laut Devonport untuk menikmati makan siang di kafe dan berbelanja. Alternatif lainnya, berjalan ke puncak gunung Victoria atau North Head untuk mendapatkan pemandangan luas. Kapal ferry dari Devonport datang dan berangkat setiap setengah jam.

Jika Anda merasa cukup kuat, berjalan kaki dari pantai timur ke pantai barat Auckland untuk melihat banyak pemandangan indah ikon kota. Tanyakan kepada Pusat Informasi Pengunjung di kota ini untuk mendapatkan brosur perjalanan.


Batu Singa (Lion Rock) di salah satu pantai di Auckland. Kredit foto: Thinkstock

Pulau Rangitoto adalah fitur paling mengesankan di teluk Auckland, membawa kita menembus dasar laut sekitar 600 tahun lalu. Kembang api yang keluar dari gunung vulkanik membuat penduduk lokal  Maori menjulukinya “Sky of Blood”. Rangitoto bisa dinikmati dengan tur berpemandu atau sendiri.

Sekitar 20 tahun yang lalu, sebagian besar dari 220 hektar pulau Tiri Tiri Matangi merupakan lahan tandus. Dalam kemitraan unik antara pemerintah dan balai konservasi dari Auckland, dibuatlah ruang terbuka, aman dari hewan predator dan ditanamilah lebih dari 3 juta pohon. Tiri juga memberikan kesempatan pengunjung melihat tempat penangkaran satwa terbuka. Pulau ini merupakan habitat dari banyak burung Selandia Baru yang terancam punah, termasuk kiwi dan takahe. Pemandu wisata tersedia guna membantu Anda menikmati keindahan pulau ini, yang semuanya dikelola oleh Departemen Konservasi.

Gunung tertinggi di Auckland adalah Maungawhau (Mount Eden). Di lereng gunung banyak terdapat rumah-rumah, Maori pa (benteng) yang masih bisa dilihat meski tertutup rumput. Gudang makanan, petak-petak dan rumah tinggal merupakan bukti peninggalan suku Maori dari abad ke 13. Maungakiekie yang dikenal sebagai One Tree Hill, adalah salah satu gunung api terbesar di Auckland. Ini merupakan salah satu situs terbesar suku Maori di Selandia Baru – terasering dan lubang-lubang kumara masih terlihat di sini. Sebuah jejak arkeologi yang membawa Anda ke tempat menarik.


Kawasan hutan yang masih alami di Auckland. Kredit foto: Thinkstock

Selandia Baru memiliki empat musim: musim gugur (Maret hingga Mei), musim dingin (Juni hingga Agustus) dan musim semi (September hingga November), musim panas (Desember hingga Februari).

Sumber: Yahoo News
Advertisements

Paradiso Tersembunyi Tanah Pasundan

Paradiso Tersembunyi Tanah Pasundan

Thu May 5 3:56am
Oleh Olenka Priyadarsani

Green Canyon berada di Cijulang, Jawa Barat, yang berjarak sekitar 285 km dari Jakarta (31 km dari Pantai Pangandaran).

Tempat ini merupakan sekelompok gua, dengan stalagtit dan stalagmit yang tersembunyi di balik tebing-tebing hijau — mungkin itulah mengapa dinamakan Green Canyon, pelesetan dari Grand Canyon di Amerika Serikat. Orang setempat biasa menyebutnya Cukang Taneuh.

Untuk menuju ke gua, Anda harus menuju dermaga dan membeli tiket. Bila pergi pada saat hari libur (apalagi akhir pekan yang panjang), bisa dipastikan Anda harus menunggu beberapa jam hingga mendapat giliran menaiki perahu menuju gua.

Perahu-perahu wisata yang dioperasikan adalah milik masyarakat setempat, namun diatur oleh pemerintah kabupaten. Satu perahu dapat mengangkut hingga lima penumpang dengan harga sewa Rp 75.000. Bila ingin berenang di gua, Anda dapat menyuruh awak perahu menunggu, tentu dengan biaya tertentu.

Mereka akan meminta Rp 100.000 untuk seharian penuh, namun tentunya Anda tidak akan menghabiskan satu hari di sana. Tawarlah, mungkin Anda bisa mendapatkan Rp 80.000 di musim liburan dan Rp 50.000 ketika sedang sepi pengunjung.

Masing-masing perahu selalu menyediakan pelampung untuk penumpangnya, sehingga bila Anda kurang pandai berenang, jangan terlalu khawatir. Para pelancong biasanya juga memanfaatkan batu-batu gua untuk melompat ke air yang jernih.

Tempat ini masih bebas polusi, pemandangannya pun indah.

Apabila Anda tidak suka berenang, Anda dapat memanfaatkan waktu menikmati pemandangan, juga mengambil gambar. Sebelum pintu masuk gua, terdapat sebuah dermaga kecil yang biasanya digunakan oleh perahu untuk menunggu. Di sana ada beberapa pedagang yang menjual minuman dan makanan kecil.

Salah satu kekurangan dari Green Canyon adalah pemeliharaannya yang masih kurang baik, mungkin karena tempat ini merupakan objek wisata yang relatif baru. Di sini, hanya ada tiga toilet dan sebuah mushola kecil, padahal pada saat liburan pengunjung dapat mencapai hingga ratusan orang.

Namun, penduduk setempat mengambil untung dengan cara menyediakan kamar-kamar kecil dan tempat sholat yang lebih layak, hanya dengan tarif Rp 2.000. Tempat parkir yang ada di seberang dermaga cukup luas, dengan biaya Rp 3.000 untuk sehari penuh.
Di sekeliling area parkir terdapat deretan warung yang menjual nasi dan ikan bakar serta kelapa muda. Mungkin Anda juga ingin menikmati makanan lokal seperti lotek, karedok dan rujak tumbuk. Selain harganya murah, sangat cocok untuk mengisi perut setelah lelah bermain di gua!


Berperahu melewati tebing-tebing di kawasan Green Canyon. Kredit foto: Tempo/Aditya Herlambang Putra.

Menuju Green Canyon

Dengan mobil pribadi, dari Jakarta Anda dapat melalui tol Cipularang menuju Bandung. Keluar tol di Cileunyi, ikutilah jalan Ciawi-Nagreg menuju Tasikmalaya. Sebelum Rajapolah, Tasikmalaya, beloklah ke kanan dan ambil rute Ciamis-Banjar. Dari sana Anda akan melihat tanda-tanda yang menunjukkan arah ke Pangandaran. Waktu tempuh Jakarta-Cijulang 6-7 jam.

Apabila Anda akan menempuh perjalanan dengan kendaraan umum, dari Terminal Kampung Rambutan, PO Budiman menyediakan bus jurusan Pangandaran. Dari Grogol dan Tangerang juga ada beberapa bus yang melayani rute ini. Sesampainya di Pangandaran, Anda harus berganti bus yang menuju Cijulang. Terminal Cijulang berada sekitar 1 km dari Green Canyon.

Selain jalur darat, terdapat pula penerbangan Jakarta-Pangandaran melalui Bandung sehari sekali dari maskapai Susi Air. Anda sebaiknya memesan tiket jauh-jauh hari.

Informasi lainnya

Lebih baik Anda menyiapkan uang tunai yang cukup, karena ATM terdekat berada sekitar 1 km dari Green Canyon — di Bank BRI tepat di seberang kantor kecamatan Cijulang. Penduduk lokal yang saya temui mengatakan, mesin tersebut sering kehabisan uang tunai.

Bila hal itu terjadi, Anda akan terpaksa menempuh sekitar 4 km untuk mendapatkan mesin ATM berikutnya. Tentu Anda tidak ingin ini terjadi bukan?

Para pengunjung juga dapat melakukan body rafting di sekitar Gua Kelelawar. Aktivitas ini dikelola oleh para awak perahu bekerjasama dengan karang taruna desa setempat. Katakan pada awak perahu  bahwa anda ingin melakukan body rafting dan mereka akan mengantar anda ke tempatnya. Waktu yang dibutuhkan sekitar 3-4 jam dan tentu saja dengan biaya tambahan

Tidak ada akomodasi di sekitar Green Canyon. Hotel paling dekat adalah di Panireman Riverside bibir sungai menuju ke Pantai Batu Karas, sekitar 15 menit dari Green Canyon. Hotel-hotel lain berada di sekitar Pantai Batu Karas, tempat wisata yang akan dibahas pada tulisan selanjutnya.

Sumber: YahooNews