Tomato Beef Goulash

Tomato Beef Goulash

BAHAN:

  • 2 buah tomat
  • 250ml air
  • 2 sendok makan margarin
  • 300 gr daging sapi tanpa lemak, potong dadu
  • 1 sendok makan tepung
  • 1 buah wortel, potong korek api
  • 50 gr kacang polong
  • 1 buah bawng bombay, cincang halus
  • 1/2 sendok teh oregano
  • 2 sendok makan saus tomat
  • 1 sendok makan kecap manis
  • 1 sendok makan saus tiram
  • 1/4 sendok teh pala bubuk
  • garam dan merica bubuk secukupnya

CARA MEMBUAT:

  1. Rebus tomat hingga empuk, haluskan lalu saring
  2. Lumuri daging dengan garam dan merica bubuk, aduk rata
  3. Gulingkan daging ke dalam tepung hingga rata
  4. Panaskan margarin, goreng daging hingga kecoklatan. Tambahkan wortel dan bombay, aduk rata. Masukkan oregano, saus tomat, kecap manis, saus tiram, pala, garam, merica bubuk, dan tomat halus. Masak hingga matang dan daging empuk.
  5. Masukkan wortel dan kacang polong, masak sebentar. Angkat dan sajikan.

PENEMUAN TERBARU MENGENAI KANKER HATI

PENEMUAN TERBARU MENGENAI KANKER HATI

Penemuan  terbaru  mengenai kanker hati! Jangan Tidur Terlalu Malam ! Para dokter  di  National  Taiwan  Hospital  baru-baru  ini  mengejutkan  dunia
kedokteran  karena ditemukannya kasus seorang dokter muda berusia 37 Tahun yang  selama  ini  sangat  mempercayai hasil pemeriksaan fungsi hati(SGOT, SGPT)  ,tetapi  ternyata  saat menjelang Hari Raya Imlek diketahui positif menderita kanker hati sepanjang 10 cm!!.
Selama  ini  hampir  semua  orang  sangat  tergantung  pada  hasil  indeks
pemeriksaan  fungsi  hati ( Liver Function Index ). Mereka menganggap bila
pemeriksaan hasil index yang normal berarti semua OK.
Kesalahpahaman  macam  ini  ternyata  juga  dilakukan  oleh  banyak dokter
specialis, benar benar mengejutkan, para dokter yang seharusnya memberikan pengetahuan yang benar pada masyarakat umum, ternyata memiliki pengetahuan yang tidak benar.
Pencegahan  kanker  hati harus dilakukan dengan cara yang benar. Tidak ada
jalan  lain  kecuali  mendeteksi dan mengobatinya sedini mungkin, demikian
kata dokter Hsu Chin Chuan.
Tetapi  ironisnya,  ternyata  dokter  yang menangani kanker hati juga bisa memiliki  pandangan  yang  salah,  bahkan  menyesatkan  masyarakat, inilah
penyebab terbesar kenapa kanker hati sulit untuk disembuhkan.
Saat  ini  ada  pasien  dokter Hsu yang mengeluh  bahwa selama satu  bulan terakhir sering mengalami sakit perut dan berat badannya turun sangat  banyak.  Setelah dilakukan pemeriksaan supersound baru diketemukan adanya  kanker  hati  yang  sangat  besar, hamper 80% dari livernya(hati) sudah termakan habis.
Pasien  sangat  terperanjat,  “ Bagaimana mungkin ? Tahun lalu baru melakukan medical check-up dan hasilnya semua normal. Bagaimana  mungkin  hanya  dalam waktu 1 tahun yang relative singkat dapat tumbuh kanker hati yang demikian besar?” Ternyata  check-up  yang  dilakukan  hanya  memeriksa  fungsi  hati. Hasil pemeriksaan  juga  menunjukkan  “ normal “. Pemeriksaan fungsi hati adalah salah  satu  item  pemeriksaan  hati  yang paling dikenal oleh masyarakat.  Tetapi item ini pula yang paling banyak disalahpahami oleh masyarakat kita ( Taiwan ).
Pada  umumnya  orang beranggapan bahwa bila hasil index pemeriksaan fungsi hati menunjukkan angka normal berarti tidak ada masalah dengan hati.  Tetapi pandangan ini mengakibatkan munculnya kisah-kisah sedih
karena hilangnya kesempatan mendeteksi kanker sejak stadium awal.
Dokter  Hsu  mengatakan,  SGOT  dan  SGPT  adalah enzim yang paling banyak ditemui  didalam  sel-sel  hati. Bila terjadi radang hati atau karena satu
atau  sebab  lain sehingga sel-sel hati mati, maka SGOT dan SGPT akan lari
ke  luar.  Hal  ini  menyebabkan  kandungan  SGOT  dan  SGPT didalam darah
meningkat. Tetapi  tidak  adanya  peningkatan angka SGOT dan SGPT bukan berarti tidak terjadi  pengerasan  hati  atau tidak adanya kanker hati. Bagi banyak para penderita  radang  hati , meski kondisi radang hati mereka telah berhenti, tetapi  didalam  hati(liver)  mereka  telah  terbentuk  serat-serat  dan pengerasan  hati.  Dengan  terbentuknya  pengerasan  hati, maka akan mudah sekali untuk timbul kanker hati.

Selain  itu,  pada  stadium  awal  kanker hati, index hati juga tidak akan
mengalami  kenaikan.  Karena  pada  masa-masa  pertumbuhan  kanker,  hanya sel-sel di sekitarnya yang diserang sehingga rusak dan mati.
Karena  kerusakan  ini  hanya  secara skala kecil maka angka SGOT dan SGPT
mungkin  masih  dalam batas normal, katakanlah naik pun tidak akan terjadi
kenaikan  tinggi. Tetapi oleh karena banyak orang yang tidak mengerti akan
hal ini sehingga berakibat terjadilah banyak kisah sedih.

Penyebab utama kerusakan hati adalah :

  1. Tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang adalah penyebab paling utama.
  2. Tidak buang pada pagi hari…
  3. Pola makan yang terlalu berlebihan
  4. Tidak makan pagi.
  5. Terlalu banyak mengkonsumsi obat-obatan.
  6. Terlalu  banyak  mengkonsumsi  bahan  pengawet,zat  tambahan,  zat pewarna, pemanis buatan.
  7. Minyak  goreng yang tidak sehat. Sedapat mungkin kurangi penggunaan minyak  goring  saat  menggoreng makanan, hal ini juga berlaku meski menggunakan minyak goreng terbaik sekalipun seperti olive oil.
  8. Mengkonsumsi masakan mentah atau dimasak matang 3-5 bagian. Masakan  yang digoreng harus dimakan habis saat itu juga, jangan disimpan.

Kita  harus melakukan pencegahan dengan tanpa mengeluarkan biaya tambahan.  Cukup  atur  gaya   hidup dan pola makan sehari – hari. Perawatan dari pola makan  dan kondisi waktu sangat diperlukan agar tubuh kita dapat melakukan penyerapan  dan  pembuangan  zat-zat  yang  tidak  berguna  sesuai  dengan “jadwalnya “.

Sebab :
Ø      Malam hari pk 21.00 – 23.00 : adalah pembuangan zat-zat
tidak  berguna/beracun( de-toxin) dibagian system antibody (kelenjar getah
bening).  Selama durasi waktu ini seharusnya dilalui dengan suasana tenang
atau  mendengarkan  musik.  Bila  saat  itu seorang ibu rumah tangga masih
dalam  kondisi  yang  tidak  santai  seperti  misalnya mencuci piring atau
mengawasi anak belajar, hal ini dapat berdampak negative untuk kesehatan.
Ø      Malam  hari  pk  23.00  –  dini  hari 01.00 : saat proses
de-toxin dibagian hati, harus berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
Ø      Dini hari 01.00 – 03.00 : proses de-toxin dibagian empedu, juga berlangsung dalam kondisi tidur pulas.
Ø      Dini  hari  03.00  –  05.00 :  de-toxin  dibagian paru-paru, sebab itu akan terjadi batuk yang hebat bagi penderita batuk selam durasi waktu ini. Karena  proses  pembersihan  (de-toxin) telah mencapai saluran pernapasan, maka  tidak  perlu  minum  obat  batuk agar supaya tidak merintangi proses
pembuangan kotoran.
Ø      Pagi  pk  05.00  –  07.00 :    de-toxin di bagian usus besar, harus buang air besar.
Ø      Pagi pk 07.00 – 09.00 :    waktu penyerapan gizi  makanan  bagi  usus  kecil,  harus makan pagi. Bagi orang yang sakit sebaiknya  makan  lebih pagi yaitu sebelum pk 06.30. Makan pagi sebelum pk 07.30 sangat baik bagi mereka yang ingin menjaga kesehatannya. Bagi mereka yang  tidak makan pagi harap mengubah kebiasaannya ini, bahkan masih lebih baik terlambat makan pagi hingga pk 9-10 daripada tidak makan sama sekali.
Tidur  terlalu  malam  dan  bangun  terlalu  siang akan mengacaukan proses
pembuangan  zat-zat  yang  tidak  berguna.  Selain  itu, dari tengah malam
hingga  pukul  4  dini hari adalah waktu bagi sumsum tulang belakang untuk
memproduksi darah. Sebab itulah, Tidurlah Nyenyak dan Jangan Begadang.

Dialih bahasakan secara bebas dari artikel berbahasa Mandarin
Sumber:Siwu ( 09 Juni 2007 )

Toxoplasmosis Pada Mata

Toxoplasmosis Pada Mata

Stargadts’ disease ini pertama kali dijelaskan oleh seorang dokter  mata Jerman yang bernama Karl Stargadt pada tahun 1909. Penyakit ini jelas adalah suatu penyakit keturunan, hanya saja pola diturunkannya penyakit ini ke generasi berikutnya bermacam-macam. Kalau dari cerita Liana, dugaan saya penyakit ini diturunkan dalam pola resesif (mudah-mudahan masih ingat pelajaran biologi SMA). Dan karena diturunkan dalam pola resesif maka timbul/munculnya penyakit ini seringkali mengejutkan dan tidak disangka-sangka, oleh karena biasanya tidak ada riwayat anggota keluarga di atas yang juga menderita penyakit ini. Kalau dalam pola dominan biasanya timbul/munculnya penyakit ini tidak mengherankan oleh karena ada beberapa anggota keluarga dari generasi ke generasi yang terkena penyakit ini. Jadi tidak heran kalau ayah dan ibu normal-normal saja, tetapi sebenarnya membawa gen penyakit ini. 25% dari keturunan mereka berisiko mendapat penyakit ini.
Orang yang terkena penyakit Stargadt’s ini biasanya mengeluhkan adanya penurunan dalam penglihatan sentral mereka, umumnya dimulai pada usia 20 an.Penurunan dalam penglihatan sentral itu maksudnya penderita akan kehilangan penglihatan di lapangan pandang bagian tengah, sedangkan lapangan pandang perifer (pinggir-pinggir/tepi)nya biasanya tidak terganggu. Ini kira-kira begini: kalau kita bercakap-cakap dengan orang maka kita tidak dapat melihat wajah orang tersebut, tetapi sekeliling orang itu dapat dilihat.
Selain itu pada akhirnya juga akan ada gangguan penglihatan warna. Sudah saya sebutkan di atas bahwa pada umumnya lapangan pandang perifer tidak terganggu, begitu pula penglihatan malamnya biasanya tidak terganggu, akan tetapi biasanya penderita Stargadt’s akan mengalami masalah adaptasi dari terang ke gelap. Pada orang dengan penglihatan normal biasanya setelah terpajan sinar matahari kemudian memasuki tempat gelap biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit untuk beradaptasi dengan lingkungan yang lebih gelap itu. Akan tetapi penderita Stargadt’s biasanya membutuhkan waktu 6 sampai 10 menit atau lebih lama lagi untuk beradaptasi dengan lingkungan gelap.
Kebanyakan penderita mengatakan bahwa pertama kali mereka menyadari ada masalah, tajam penglihatan mereka sekitar 20/50. Banyak penderita juga mengatakan bahwa mereka memperhatikan adanya suatu bintik kecil yang mengganggu penglihatan sentral mereka. Beberapa pasien menjelaskan itu sebagai bintik abu-abu, sedangkan pasien lain mengatakan sebagai bintik gelap di pusat lapangan pandang mereka. Kebanyakan penderita berusia muda melaporkan mengalami masalah sulit melihat papan tulis di sekolah, dan memegang buku dan bahan bacaan dekat sekali ke mata untuk membaca. Kebanyakan pasien melaporkan bahwa masalah tersebut terjadi pada kedua mata. Para pasien biasanya mengalami kesulitan mengendarai mobil dan membaca tulisan-tulisan yang hurufnya kecil-kecil. Hampir 90% dari penderita Stargadt’s ini level tajam penglihatannya akhirnya berada di kisaran 20/200 sampai 20/400. Kebanyakan penderita mengatakan bahwa perubahan tajam penglihatan dari 20/50 ke 20/200 – 20/400 terjadi dalam waktu 5 tahun pertama.  Ada pula beberapa pasien yang mengatakan bahwa penglihatannya menjadi 20/200 – 20/400 dalam waktu lebih dari 5 tahun, ada yang 10 tahun, ada yang 20 tahun bahkan lebih.
Sekitar 60% dari penderita Stargadt’s ini tidak mempunyai riwayat keluarga menderita penyakit ini. Pada kelompok tanpa riwayat keluarga ini, kebanyakan juga menyatakan bahwa diperlukan waktu yang lebih lama bagi mereka sampai didiagnosis, dan kelompok ini juga lebih sering mengalami salah diagnosis. Menarik untuk dicatat ini karena penyakit Stargadt’s biasanya memperlihatkan gambaran retina yang normal pada awal perjalanan penyakit ini, dan juga karena tidak adanya riwayat keluarga, sehingga faktor-faktor inilah yang menyebabkan dibutuhkan waktu yang lama untuk sampai didiagnosis, kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka menderita “masalah psikologis” atau “gangguan belajar”. Sampai akhirnya proses penyakit bermanifestasi dengan jelas di retina sehingga diagnosis yang definitif dapat ditegakkan.
Kebanyakan penderita penyakit Stargadt’s ini bisa mempunyai pekerjaan/karir. Biasanya mereka bekerja di pelayanan sosial, memberikan konseling dan mengajar.
Pada orang-orang yang didiagnosis setelah usia 21 tahun, sekitar 50%nya mengatakan bahwa mereka merasa frustrasi, kadang-kadang depresi, kadang-kadang marah atau menyangkal (denial). Adalah sebuah langkah penting agar penderita dapat mengidentifikasi frustrasi nomor satunya apa, nomor duanya apa, dan seterusnya, sehingga setelah mereka dapat mengidentifikasi frustrasi nomor satu maka mereka dapat menggunakan energinya untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah nomor satunya sebelum memecahkan dan menyelesaikan masalah nomor dua dan seterusnya.
Penting mendampingi penderita agar mereka tidak merasa tidak tahu harus kemana dan menghabiskan banyak waktu terbuang sia-sia dalam rangka mencoba mencari jawaban untuk hidup mereka.
Selain penglihatan sentral yang kabur, ada dua masalah penglihatan yang dilaporkan para pasien, yaitu silau (90%) dan kesulitan beradaptasi terhadap perubahan pencahayaan ruangan (64%).  Kesulitan membaca cetakan 58%, mengendarai mobil 46%, mengenali wajah 36%, bekerja detail dan komputer 22%, dan tergantung pada orang lain untuk transportasi 18% adalah aktivitas-aktivitas sehari-hari yang digunakan tetapi sulit untuk dikerjakan. Kebanyakan penderita menggunakan alat bantu penglihatan (92%) untuk memperbaiki tajam penglihatan mereka. Sekitar 50% penderita dapat menggunakan transportasi publik dan sekitar 25% penderita bahkan mempunyai SIM (ini survey di luar negri).

Jadi secara keseluruhan pasien dengan penyakit Stargadt’s ini dapat berkontribusi dan berfungsi dengan baik dalam masyarakat yang modern.

10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes

10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes

Makanan dan minuman yang dapat memicu diabetes.

Dalam hidup ini berlaku hukum “tabungan”. Apa yang kita lakukan menjadi tabungan di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari segelas minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu bisa meningkatkan risiko diabetes?

1. Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes.
Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari.

2. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan.
Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur.
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari.

5. Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya.
Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan.
Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat.

7. Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik.
Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah.
Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.
Pengganti: Jus dingin tanpa gula.*

Sumber : Prevention