Satu Sendok Kulit Biji Gandum Membantu Turunkan Gula Darah

WANITA yang memakan lebih banyak produk gandum utuh mempunyai kemungkinan yang lebih kecil menderita diabetes tipe 2, dibanding mereka yang sebagian besar mengkonsumsi gandum atau biji-bijian yang telah diolah, seperti pasta atau nasi putih, demikian terlihat dari hasil studi yang dimuat dalam American Journal of Public Health edisi September.

Gandum olahan menghasilkan kadar gula darah lebih dari dua kali lipat jumlah yang dihasilkan oleh gandum utuh. Karena gandum utuh memberikan hasil kadar gula darah yang lebih rendah, tubuh tidak perlu memproduksi insulin yang lebih banyak untuk mengolah makanan tersebut. Selain itu, gandum utuh mengandung berbagai vitamin dan gizi yang berperan penting dalam mengubah risiko dari penyakit ini.
Diabetes tipe 2 terjadi kalau tubuh tidak sanggup memberikan respon terhadap insulin, yaitu hormon yang membersihkan gula darah setelah makan dan menyimpannya di dalam sel-sel untuk digunakan sebagai energi. Kadar gula darah yang tinggi dapat mempertinggi risiko komplikasi dari diabetes, seperti penyakit jantung, gagal ginjal, dan kebutaan.

“Temuan kami mengatakan bahwa kami seharusnya menarik perbedaan yang jelas antara produk-produk gandum utuh dan olahan,” demikian menurut Dr. Simin Liu dari Harvard Medical School di Boston, Massachusetts.

Dia mengatakan bahwa mengkonsumsi sebanyak dua porsi produk gandum utuh per hari – sama dengan semangkuk beras merah (brown rice) atau dua potong roti – dapat menurunkan risiko diabetes sebesar hampir sepertiga.
Para peneliti ini mempelajari lebih dari 75.000 wanita berusia antara 38 dan 63 tahun selama 10 tahun. Pada awal studi ini tahun 1984, para peserta belum terdiagnosa mengalami diabetes atau penyakit jantung.
Menurut catatan jenis makanan, orang yang memakan gandum paling utuh mempunyai risiko yang lebih rendah sebesar 38% untuk mengidap diabetes. Wanita yang memakan paling sedikit produk gandum utuh per hari mempunyai kemungkinan 31% lebih besar menderita diabetes, demikian diperlihatkan hasil studi ini.

Liu mengatakan, meskipun pedoman makanan di Amerika Serikat menekankan karbohidrat, sebagaimana terlihat dalam ilustrasi piramida aturan makanan yang dikeluarkan USDA, mereka perlu menekankan pentingnya gandum utuh ini.

Para penulis ini juga menyebutkan bahwa wanita yang mengkonsumsi produk gandum paling utuh juga merokok lebih sedikit, lebih banyak berolahraga, berat tubuhnya lebih rendah, dan lebih banyak menggunakan suplemen multivitamin.

Sumber: satumed.com, satunet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: