Resep Memilih Obat Diare

Tanya:
Pengasuh yang terhormat,
Mohon penjelasan bagaimana memilih obat sakit diare yang ampuh. Baik saya maupun anak-anak kadang-kadang tanpa diketahui sebabnya tiba-tiba sakit perut dan diare.

Apakah benar diare itu karena salah makan? Berbahayakah mengobati diare dengan obat-obat yang dapat dibeli sendiri tanpa resep dokter? Atau, haruskah selalu ke dokter? Kalau tidak berbahaya memakai obat-obat tanpa resep dokter, bagaimana ciri-ciri obat diare yang aman dan ampuh? Mohon penjelasan dan terima kasih. Suryadi Cilandak, Jakarta Selatan

Jawab:
Pak Suryadi yang baik,
Diare sebenarnya bukan merupakan penyakit, tetapi merupakan gejala gangguan kesehatan. Artinya, kalau kita menderita diare berarti ada sesuatu yang tidak beres di tubuh kita, terutama di saluran pencernaan. Diare biasanya ditandai dengan buang air besar yang encer dan frekuensinya lebih dari tiga kali sehari. Gejala ini biasanya diikuti dengan rasa mulas, tubuh lemas, muka pucat, dan kadang-kadang disertai mual, muntah dan demam. Walaupun ada yang dapat sembuh sendiri tanpa diobati, diare tidak boleh dipandang remeh. Sebab jika tidak segera ditanggulangi, diare dapat membawa kematian.

Diare dapat disebabkan oleh bermacam-macam hal. Dapat karena infeksi (infeksi virus, amoeba, atau bakteri), dapat juga karena sensitif atau tidak tahan terhadap makanan-makanan tertentu, misalnya makanan yang terlalu asam, terlalu pedas, terlalu banyak bumbu, dan lain sebagainya. Ada juga orang yang tidak tahan terhadap kacang tanah atau susu, sehingga setiap kali makan makanan yang banyak mengandung kacang tanah seperti gado-gado dan pecel, dan setiap kali minum susu langsung sakit perut. Ada juga diare yang disebabkan efek samping obat.

Beberapa obat-obat tertentu, misalnya antibiotik, obat-obat pengontrol tekanan darah dan obat maag yang mengandung magnesium, dapat menyebabkan diare. Diare juga dapat disebabkan oleh gangguan emosional, misalnya karena stres, tegang (nervous), depresi atau gangguan emosi lainnya. Air minum kurang bersih dan tidak dimasak dengan baik juga dapat menyebabkan diare. Demikian pula makanan yang tidak dijaga kebersihannya dapat menyebabkan diare, sebab dalam air minum dan makanan yang tidak bersih tersebut tumbuh bakteri-bakteri yang dapat menyebabkan diare.

Diare karena salah makan? Memang bisa terjadi. Salah makan di sini artinya, makan makanan yang kurang bersih, sudah basi, atau yang mengandung zat-zat yang dapat menyebabkan diare sebagaimana yang tadi telah diuraikan.

Diare yang bukan disebabkan oleh kuman spesifik seperti amoeba, kuman disentri, atau karena radang usus, disebut juga diare aspesifik. Diare aspesifik ini yang paling sering dan paling banyak diderita masyarakat pada umumnya. Biasanya diare aspesifik tidak memerlukan pengobatan khusus. Yang perlu dilakukan adalah menjaga agar penderita tidak mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh, dan agar penyebab diarenya dapat dihilangkan sesegera mungkin.

Buang air besar yang sering (bisa sampai belasan kali sehari) dengan kandungan cairan yang banyak tentu akan menghabiskan cairan tubuh. Dehidrasi dapat menyebabkan kematian, terutama pada bayi dan anak-anak. Sebab itu, langkah pertama penanggulangan diare adalah pemberian cairan pengganti cairan tubuh. Ini dapat dilakukan dengan memberikan oralit atau larutan gula-garam disertai minum air yang banyak.

Oralit dapat diperoleh dengan mudah di apotik, toko obat, atau di puskesmas. Minum oralit atau cairan pengganti cairan tubuh jangan dipaksakan harus sekaligus banyak. Ini justru dapat menyebabkan penderita muntah atau terangsang untuk buang air lagi. Setelah dilarutkan satu sachet/bungkus oralit ke dalam satu gelas air matang yang sudah dingin (jangan air panas), berikan kepada penderita dua atau tiga teguk.

Biarkan oralit terserap ke dalam tubuh untuk beberapa saat (sekitar lima menit). Jika penderita sudah bisa minum lagi baru berikan beberapa teguk lagi. Demikian seterusnya sampai habis. Berikan air putih sebanyak-banyaknya yang bisa dikonsumsi oleh penderita tanpa menimbulkan rasa mual atau ingin buang air besar.

Jika diare masih belum berhenti, pemberian oralit dapat diteruskan sampai 5-8 sachet/bungkus. Sementara itu, kepada penderita dapat juga diberikan makanan bergizi yang lunak dan tidak merangsang seperti sup hangat dan bubur nasi. Hindarkan dulu mengonsumsi makanan bersantan, yang mengandung susu, atau yang bersifat merangsang gerak peristaltik usus. Sayur, buah dan makanan yang berserat tinggi sebaiknya juga dikurangi dahulu sebab dapat menimbulkan banyak gas di dalam usus yang dapat memperparah diare.

Dengan tindakan ini biasanya diare aspesifik dapat diatasi dengan cepat dan efisien, sehingga tidak memerlukan pengobatan tambahan. Pada dasarnya diare merupakan mekanisme alamiah tubuh untuk mengeluarkan zat-zat racun yang tidak dikehendaki dari dalam usus. Bila usus sudah ”bersih” maka diare akan berhenti dengan sendirinya.

Namun, jika Anda merasa perlu obat antidiare tambahan dapat saja Anda memberikan obat-obat antidiare yang dapat dibeli bebas (tanpa resep dokter). Pertimbangannya adalah jangan cepat-cepat memberikan obat yang langsung menghentikan diare. Sebab, pada orang yang menderita diare diperkirakan ada zat racun atau zat penyebab diare dalam saluran pencernaannya yang justru perlu dikeluarkan. Apabila diberikan obat yang langsung menghentikan diare, maka pengeluaran zat-zat tersebut akan terhambat. Akibatnya, efek racun zat tersebut di dalam usus akan berlangsung lebih lama, bahkan dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh.

Yang sebaiknya diberikan adalah obat-obat atau bahan-bahan yang dapat menyerap gas, racun, dan zat-zat penyebab diare di dalam saluran pencernaan dan yang dapat membentuk massa feses (tinja) sehingga lebih mudah dikeluarkan. Zat-zat bersifat menyerap, misalnya norit, atau obat-obat yang mengandung atapulgit. Sedangkan, zat-zat yang dapat membentuk massa feses antara lain yang mengandung kaolin dan pektin. Anda dapat melihat kandungan zat atau komposisi suatu obat di kemasannya.

Pengobatan sebagaimana yang diuraikan tersebut biasanya sudah mencukupi. Namun, Anda tetap harus waspada dan mengamati apakah gejala-gejala diare mulai menghilang, menetap, atau bahkan bertambah buruk. Jika setelah tiga hari gejala diare tetap belum hilang, atau penderita demam atau menunjukkan gangguan kesehatan yang lebih parah, sebaiknya Anda meminta pertolongan dokter. Demam biasanya menunjukkan adanya infeksi, yang penanganannya memerlukan obat-obat khusus yang memerlukan pengawasan dokter. Demikian yang dapat kami sampaikan, mudah-mudahan berguna. Salam.
DR Ernawati Sinaga, MS, Apt ***

————————————————————

source: artikel Republika

Konsultasi Kesehatan dan Kefarmasian
Diasuh oleh Indonesian Pharmaceutical Watch (IPhW)
Koordinator Pengasuh : DR Ernawati Sinaga, MS, Apt
Alamat Surat: Harian Umum Republika, Jl Warung Buncit Raya No 37, Jakarta 12510
email : suplemen_medika@yahoo.com, faksimili: (021) 7983623

1 Comment

  1. January 18, 2009 at 8:10 pm

    Mau berbagi Info nih, semoga bermanfaat…..

    Kenapa dalam satu keluarga yang pola hidup, pola makan dan lingkungannya sama, namun bisa ada yang mudah sakit sementara yang lain tidak? Ada yang mudah kena penyakit seperti flu atau demam dan cepat sembuh, tapi ada pula yang lama sembuhnya.

    Apakah penyebabnya ?….

    Kesehatan kita dipengaruhi langsung oleh sistem imun. Sistem imun adalah sistem pertahanan tubuh terhadap penyakit yang terdiri lebih dari triliyunan sel-sel NK ( Natural Killer), yang jumlah berat totalnya kira-kira 1 kg
    (2,2 pons).

    Apa Itu sel NK ?…

    Sel NK (Natural Killer) adalah sel imun yang bertanggung jawab mencari dan memusnahkan sel-sel “jahat” asing yang tidak dikenali oleh tubuh, termasuk sel kanker dan sel yang terinfeksi serangan virus, bakteri, dll. Jika seseorang memiliki aktivitas sel NK kurang dari 20% maka akan beresiko mudah terserang penyakit atau kurang kekebalan tubuh dalam upaya sembuh dari penyakit.

    Dari penelitian, Transfer Factor [ TF ] yang diekstrak dari kolostrum dengan teknologi Nano Factor mampu meningkatkan aktivitas sel NK sebanyak 103%. dan campuran TF dengan bahan-bahan alami lain yang berada pada 6 tingkat pertama daftar bahan awal induk mampu meningkatkan sel-sel NK menjadi 283%-437%. Perlu diingat, TF sendiri bukan obat, namun TF akan melatih / mendidik dan merangsang sistem kekebalan tubuh seseorang untuk melawan dan mengatasi penyakit tersebut.

    Blog : http://4lifetransferfactorindonesia.wordpress.com

    Ryan & Kenny – 0818.07183888


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: