Toxoplasmosis Pada Mata

Toxoplasmosis Pada Mata

Stargadts’ disease ini pertama kali dijelaskan oleh seorang dokter  mata Jerman yang bernama Karl Stargadt pada tahun 1909. Penyakit ini jelas adalah suatu penyakit keturunan, hanya saja pola diturunkannya penyakit ini ke generasi berikutnya bermacam-macam. Kalau dari cerita Liana, dugaan saya penyakit ini diturunkan dalam pola resesif (mudah-mudahan masih ingat pelajaran biologi SMA). Dan karena diturunkan dalam pola resesif maka timbul/munculnya penyakit ini seringkali mengejutkan dan tidak disangka-sangka, oleh karena biasanya tidak ada riwayat anggota keluarga di atas yang juga menderita penyakit ini. Kalau dalam pola dominan biasanya timbul/munculnya penyakit ini tidak mengherankan oleh karena ada beberapa anggota keluarga dari generasi ke generasi yang terkena penyakit ini. Jadi tidak heran kalau ayah dan ibu normal-normal saja, tetapi sebenarnya membawa gen penyakit ini. 25% dari keturunan mereka berisiko mendapat penyakit ini.
Orang yang terkena penyakit Stargadt’s ini biasanya mengeluhkan adanya penurunan dalam penglihatan sentral mereka, umumnya dimulai pada usia 20 an.Penurunan dalam penglihatan sentral itu maksudnya penderita akan kehilangan penglihatan di lapangan pandang bagian tengah, sedangkan lapangan pandang perifer (pinggir-pinggir/tepi)nya biasanya tidak terganggu. Ini kira-kira begini: kalau kita bercakap-cakap dengan orang maka kita tidak dapat melihat wajah orang tersebut, tetapi sekeliling orang itu dapat dilihat.
Selain itu pada akhirnya juga akan ada gangguan penglihatan warna. Sudah saya sebutkan di atas bahwa pada umumnya lapangan pandang perifer tidak terganggu, begitu pula penglihatan malamnya biasanya tidak terganggu, akan tetapi biasanya penderita Stargadt’s akan mengalami masalah adaptasi dari terang ke gelap. Pada orang dengan penglihatan normal biasanya setelah terpajan sinar matahari kemudian memasuki tempat gelap biasanya membutuhkan waktu sekitar 3 menit untuk beradaptasi dengan lingkungan yang lebih gelap itu. Akan tetapi penderita Stargadt’s biasanya membutuhkan waktu 6 sampai 10 menit atau lebih lama lagi untuk beradaptasi dengan lingkungan gelap.
Kebanyakan penderita mengatakan bahwa pertama kali mereka menyadari ada masalah, tajam penglihatan mereka sekitar 20/50. Banyak penderita juga mengatakan bahwa mereka memperhatikan adanya suatu bintik kecil yang mengganggu penglihatan sentral mereka. Beberapa pasien menjelaskan itu sebagai bintik abu-abu, sedangkan pasien lain mengatakan sebagai bintik gelap di pusat lapangan pandang mereka. Kebanyakan penderita berusia muda melaporkan mengalami masalah sulit melihat papan tulis di sekolah, dan memegang buku dan bahan bacaan dekat sekali ke mata untuk membaca. Kebanyakan pasien melaporkan bahwa masalah tersebut terjadi pada kedua mata. Para pasien biasanya mengalami kesulitan mengendarai mobil dan membaca tulisan-tulisan yang hurufnya kecil-kecil. Hampir 90% dari penderita Stargadt’s ini level tajam penglihatannya akhirnya berada di kisaran 20/200 sampai 20/400. Kebanyakan penderita mengatakan bahwa perubahan tajam penglihatan dari 20/50 ke 20/200 – 20/400 terjadi dalam waktu 5 tahun pertama.  Ada pula beberapa pasien yang mengatakan bahwa penglihatannya menjadi 20/200 – 20/400 dalam waktu lebih dari 5 tahun, ada yang 10 tahun, ada yang 20 tahun bahkan lebih.
Sekitar 60% dari penderita Stargadt’s ini tidak mempunyai riwayat keluarga menderita penyakit ini. Pada kelompok tanpa riwayat keluarga ini, kebanyakan juga menyatakan bahwa diperlukan waktu yang lebih lama bagi mereka sampai didiagnosis, dan kelompok ini juga lebih sering mengalami salah diagnosis. Menarik untuk dicatat ini karena penyakit Stargadt’s biasanya memperlihatkan gambaran retina yang normal pada awal perjalanan penyakit ini, dan juga karena tidak adanya riwayat keluarga, sehingga faktor-faktor inilah yang menyebabkan dibutuhkan waktu yang lama untuk sampai didiagnosis, kebanyakan orang mengatakan bahwa mereka menderita “masalah psikologis” atau “gangguan belajar”. Sampai akhirnya proses penyakit bermanifestasi dengan jelas di retina sehingga diagnosis yang definitif dapat ditegakkan.
Kebanyakan penderita penyakit Stargadt’s ini bisa mempunyai pekerjaan/karir. Biasanya mereka bekerja di pelayanan sosial, memberikan konseling dan mengajar.
Pada orang-orang yang didiagnosis setelah usia 21 tahun, sekitar 50%nya mengatakan bahwa mereka merasa frustrasi, kadang-kadang depresi, kadang-kadang marah atau menyangkal (denial). Adalah sebuah langkah penting agar penderita dapat mengidentifikasi frustrasi nomor satunya apa, nomor duanya apa, dan seterusnya, sehingga setelah mereka dapat mengidentifikasi frustrasi nomor satu maka mereka dapat menggunakan energinya untuk memecahkan dan menyelesaikan masalah nomor satunya sebelum memecahkan dan menyelesaikan masalah nomor dua dan seterusnya.
Penting mendampingi penderita agar mereka tidak merasa tidak tahu harus kemana dan menghabiskan banyak waktu terbuang sia-sia dalam rangka mencoba mencari jawaban untuk hidup mereka.
Selain penglihatan sentral yang kabur, ada dua masalah penglihatan yang dilaporkan para pasien, yaitu silau (90%) dan kesulitan beradaptasi terhadap perubahan pencahayaan ruangan (64%).  Kesulitan membaca cetakan 58%, mengendarai mobil 46%, mengenali wajah 36%, bekerja detail dan komputer 22%, dan tergantung pada orang lain untuk transportasi 18% adalah aktivitas-aktivitas sehari-hari yang digunakan tetapi sulit untuk dikerjakan. Kebanyakan penderita menggunakan alat bantu penglihatan (92%) untuk memperbaiki tajam penglihatan mereka. Sekitar 50% penderita dapat menggunakan transportasi publik dan sekitar 25% penderita bahkan mempunyai SIM (ini survey di luar negri).

Jadi secara keseluruhan pasien dengan penyakit Stargadt’s ini dapat berkontribusi dan berfungsi dengan baik dalam masyarakat yang modern.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.